- BERANDA
- PROFIL
- LAYANAN HUKUM
- LAYANAN PUBLIK
- INFORMASI PUBLIK
- PUBLIKASI
Syarat dan Prosedur Pengajuan Keberatan
| 1. | Pemohon berhak mengajukan keberatan dalam hal ditemukannya alasan sebagai berikut: | |
| a. | Adanya penolakan atas permintaan informasi berdasarkan alasan pengecualian Informasi Publik; | |
| b. | Tidak disediakannya Informasi yang wajib diumumkan secara berkala; | |
| c. | Tidak ditanggapinya permintaan informasi | |
| d. | Permintaan Informasi ditanggapi tidak sebagaimana yang diminta; | |
| e. | Tidak dipenuhinya permintaan Informasi; | |
| f. | Pengenaan biaya yang tidak wajar; dan/atau | |
| g. | Penyampaian informasi melebihi waktu yang diatur dalam Keputusan ini | |
| 2. | Pengajuan keberatan ditujukan kepada Atasan PPID melalui Petugas Informasi oleh Pemohon atau kuasanya. | |
| 3. | Dalam hal keberatan diajukan oleh kuasa, pengajuan keberatan harus disertai surat kuasa khusus dengan dibubuhi materai yang cukup sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan. | |
| 4. | Pengajuan keberatan dilakukan dalam tenggang waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud pada angka 1. | |
| 5. | Pengajuan keberatan diajukan secara elektronik melalui e-LID atau secara nonelektronik | |
| 6. | Pemohon mengisi formulir keberatan yang disediakan Pengadilan dan Petugas Layanan Informasi memberikan salinannya kepada Pemohon, sebagaimana tercantum dalam lampiran VIII. | |
| 7. | Keberatan secara non-elektronik dilakukan dengan cara: | |
| a. | Pemohon datang langsung ke layanan Meja Informasi; atau | |
| b. | Pemohon mengisi formulir keberatan dan mengirimkannya melalui surat tercatat kepada Atasan PPID. | |
*. Sumber : SK KMA NOMOR 2 - 144/KMA/SK/VIII/2022
Prosedur Pengajuan Keberatan atas Informasi Publik dilakukan sesuai dengan skema alur dalam gambar berikut:

© 2024 | Developed With by Ijmal Alwan Taufiq, S.H.
